Madiun, 15 Januari 2026 - Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Fatwa Alim kembali menyelenggarakan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah, bertepatan dengan Jumat, 16 Januari 2026. Acara bertema “Shalat: Mi’rajnya Umat” ini digelar secara khidmat di gedung ruang kelas timur madrasah, dihadiri oleh seluruh warga madrasah mulai dari siswa kelas X, XI, dan XII, hingga para guru serta tenaga kependidikan. Suasana penuh kebersamaan terasa begitu terasa karena semua peserta hadir mengenakan busana muslim seragam, sebagai bentuk penghormatan dan penghayatan mendalam terhadap peristiwa agung Isra Mi’raj, yaitu perjalanan malam Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu langsung dari Allah SWT.
Kegiatan dimulai tepat pukul 07.30 WIB dengan pembacaan sholawat dan irama marawis yang menggema oleh Tim Hadroh MAFA, membangkitkan semangat ruhani di hati setiap hadirin. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi, pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara tartil, dan sambutan dari Kepala Madrasah, Bapak Hamam Saeroji, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya merenungkan hikmah Isra Mi’raj, khususnya kewajiban shalat lima waktu yang menjadi tiang agama sekaligus sarana mi’raj bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Acara inti kemudian berlanjut dengan pembacaan Maulid Barzanji secara bersama-sama yang dipimpin dengan penuh khusyuk, menciptakan suasana haru dan kebersamaan yang mendalam di antara seluruh peserta.
Puncak acara adalah tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Muslimin, S.Pd. Beliau menjelaskan secara mendalam makna peristiwa Isra Mi’raj, di mana Allah SWT memberikan perintah shalat lima waktu secara langsung kepada Rasulullah SAW tanpa perantara. Shalat disebut sebagai ibadah maghdah (wajib) yang menjadi tiang agama, karena tanpa shalat, amal ibadah lainnya tidak akan berdiri tegak. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Muslimin juga menjelaskan secara rinci syarat wajib shalat yang terdiri dari tiga hal: beragama Islam, baligh (dewasa), dan berakal (sehat jiwa). Selain itu, beliau memaparkan lima syarat sah shalat, yaitu: bersuci dari hadas dan najis, menutup aurat, berdiri di tempat yang suci, mengetahui waktu shalat, serta menghadap kiblat. Beliau juga menyinggung rukun-rukun shalat yang harus dipenuhi agar ibadah tersebut sah dan diterima di sisi Allah SWT. Acara ditutup dengan kegiatan makan bersama (nasi pelangan) yang dibawa masing-masing siswa dari rumah, menjadi momen silaturahmi dan kebersamaan yang semakin mempererat tali ukhuwah di lingkungan MAS Fatwa Alim. Semoga peringatan Isra Mi’raj ini dapat menginspirasi seluruh warga madrasah untuk semakin istiqamah dalam menjalankan shalat dan memperbaiki akhlak mulia. Aamiin ya Rabbal ‘alamin..
#isrami'raj2026 #mafatwaalim #kemenagkabmadiun #mafabisa







