Tulung, Saradan, Madiun - Seluruh sivitas akademika MAS Fatwa Alim Tulung menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Senin (24/8/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini dipusatkan di Gedung Kelas Timur dan diikuti oleh jajaran guru, staf, serta siswa-siswi kelas X, XI, dan XII.
Suasana religius sudah terasa sejak pra-acara melalui lantunan selawat merdu dari grup hadrah "Asyiqur Rasul" MAS Fatwa Alim. Acara resmi kemudian dibuka oleh pembawa acara (MC) Keyza Anggita Pratama dari pengurus OSIM, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh saudara Rizal Elfandi dari kelas XII C. Memasuki sesi sambutan, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Bapak Heri Kurniawan, S.S., hadir memberikan sambutan pembuka mewakili Kepala Madrasah yang berhalangan hadir.
Menggali Hikmah Keteladanan Melalui Kisah Sahabat Jabir bin Abdullah
Acara dilanjutkan dengan sesi Mauidhoh Hasanah yang disampaikan secara memikat oleh Ustadz M. Emil Salamah Abad, S.Pd.I. Dalam tausiyahnya, Ustadz Emil memaparkan secara mendalam kisah penuh hikmah tentang mukjizat Rasulullah SAW saat mengunjungi kediaman sahabat Jabir bin Abdullah RA.
Dikisahkan, Jabir dan istrinya menyembelih seekor kambing kecil untuk menyambut kehadiran Rasulullah SAW. Namun, sebuah musibah besar terjadi menjelang jamuan: kedua putra Jabir yang masih kecil memperagakan cara ayah mereka menyembelih kambing hingga salah satu dari mereka wafat akibat kecelakaan, dan sang adik yang ketakutan terjatuh dari atap hingga turut menyusul sang kakak.
"Di sinilah keteladanan dan keikhlasan yang luar biasa ditunjukkan oleh istri Jabir. Demi memuliakan Baginda Nabi dan menjaga suasana jamuan, ia menutupi jasad kedua putranya di dalam kamar tanpa menumpahkan air mata sedikit pun di hadapan Rasulullah SAW," ulas Ustadz Emil di hadapan puluhan siswa.
Saat jamuan usai, Rasulullah SAW atas petunjuk Allah SWT memanggil kedua anak tersebut untuk makan bersama. Ketika Jabir memberitahukan musibah yang terjadi, Rasulullah SAW kemudian mendatangi kamar kedua bocah tersebut dan berdoa kepada Allah SWT. Atas izin dan mukjizat-Nya melalui doa Rasulullah, kedua anak Jabir hidup kembali dan keluar kamar dalam keadaan sehat.
Ustadz Emil menekankan tiga pesan utama dari kisah tersebut kepada para siswa MAS Fatwa Alim:
-
Pengorbanan dan Penghormatan (Mahabbah): Mengutamakan pemuliaan terhadap Rasulullah SAW di atas duka pribadi.
-
Kesabaran Tanpa Batas: Ketabahan orang tua dalam menghadapi ujian berat berbuah keajaiban dari Allah SWT.
-
Keberkahan Selawat dan Keteladanan: Meneladani akhlak Nabi akan membawa jalan keluar dan keberkahan dalam setiap kesulitan hidup.
Khidmat Selawat dan Arahan Penting Sebelum Jamuan
Rangkaian acara berlanjut ke sesi pembacaan Maulid Al-Barzanji dan Mahalul Qiyam yang dipimpin oleh grup hadrah "Asyiqur Rasul", dilanjutkan pembacaan doa penutup oleh Bapak Heri Kurniawan, S.S.
Sebelum melangkah ke agenda ramah tamah, Bapak Heri Kurniawan, S.S. memberikan penegasan dan pesan penutup yang mendalam kepada seluruh siswa.
"Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya kita jalani dengan penuh khidmat agar mendatangkan keberkahan. Saya mengimbau seluruh siswa untuk senantiasa meningkatkan kedisiplinan, lebih responsif dan menyimak setiap pengumuman maupun instruksi dari madrasah, serta tidak bersikap acuh agar kebersamaan kita dapat berjalan dengan tertib dan bermakna," tegas Bapak Heri.
Usai pengarahan tersebut, suasana kehangatan berlanjut pada tradisi makan bersama "Nasi Pelangan" yang dibawa oleh siswa dari rumah. Diakhiri dengan doa bersama, momen makan bersama ini semakin mempererat tali silaturahmi antar siswa dan guru. Rangkaian peringatan Maulid Nabi 1448 H diakhiri dengan aksi bersih-bersih bersama di area Gedung Kelas Timur.























