MADRASAH ALIYAH FATWA ALIM PLUS KETERAMPILAN
TERWUJUDNYA LULUSAN MADRASAH
YANG KOMPETITIF, KREATIF,
BERAKHLAKUL KARIMAH,
DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN
Order processing time 24h
TERWUJUDNYA LULUSAN MADRASAH
YANG KOMPETITIF, KREATIF,
BERAKHLAKUL KARIMAH,
BERWAWASAN LINGKUNGAN
Safari Ramadan SCTV Memotivasi Warga Madiun
08/08/2011
Apresiasi Gubernur Jawa Timur Untuk Musik Gambus Ma Fatwa Alim Tulung Saradan Madiun
02/06/2013
Berita MA Fatwa Alim

MA Fatwa Alim Tulung Saradan Bekali Siswa dengan Keterampilan

LOKASI di daerah pinggirab bukan kendala bagi Madrasah Aliyah (MA) Fatwa Alim Tulung Saradan Kabupaten Madiun untuk maju dan terus berkembang. Meski secara geografis agak jauh […]

MA Fatwa Alim Tulung Saradan Bekali Siswa dengan Keterampilan
Tim Humas
20/03/2012

LOKASI di daerah pinggirab bukan kendala bagi Madrasah Aliyah (MA) Fatwa Alim Tulung Saradan Kabupaten Madiun untuk maju dan terus berkembang. Meski secara geografis agak jauh dari kota, MA satu ini punya program nggak kalah dengan sekolah unggulan di kota.
Bahkan, siswanya juga disiapkan untuk mandiri setelah lulus, melalui pemberian keterampilan yang menjanjikan. Ada otomotif, las, dan tata busana juga biasa disebut konveksi. Langkah itu didasari pula persaingan di dunia kerja yang semakin ketat.
”Saya ingin MA Fatwa Alim berbeda dengan madrasah aliyah lainnya. Tidak hanya ahli di bidang agama saja, tapi juga luas ilmu pengetahuannya dan memiliki keterampilanuntuk bekal terjun di dunia kerja nantinya,’’ ujar Pak Sucipto, kepala madrasah.
Keterampilan yang sudah berjalan selama lima tahun itu dibimbing sama guru-guru yang berkompeten dan ahli di bidangnya. Sebut saja Pak Abdul Karim, pembimbing keterampilan otomotif dan pengelasan yang juga pengusaha bengkel. Sementara, Bu Siti Sholikah, guru pendidikan keterampilan menjahit, sukses dengan usaha konveksinya.
Untuk keterampilan menjahit, karya peserta didik nggak kalah dengan designer terkenal loch. Mereka udah mampu bikin long dress dan baju-baju muslim yang keren dan bagus-bagus.
Bidang pengelasan nggak mau kalah. Anak-anak udah mampu bikin berbagai perabot, mulai dari tralis, tempat sepatu, tempat sampah, sampai papan baliho. ’’Sungguh menakjubkan karya-karya anak–anak ini,’’ kata Bu Wistri, guru kimia.
Gimana dengan bidang otomotif? Yang satu ini juga boleh dibilang maju pesat karena kebanyakan siswa sudah terampil memperbaiki dan memodifikasi motor. “Yach minimal saya sudah bisa memperbaiki motor sendiri jika ada kerusakan,’’ kata Wayut Api’i, siswa kelas XII. (*)

Sumber: https://exmudonline.blogspot.com/2012/03/ma-fatwa-alim-tulung-saradan.html